Kisah
desa kebonsari tenpo dulu, wilayahnya terletak di bagian sisi selatan kota
Surabaya, letak geografis, sebelah selatam Desa Pagesangan, sebelah Timur Desa
Gayungsari, sebelah Utara Desa Jambangan dan sebelah Barat Sungai Brantas.
Nama
Kebonsari menurut cerita rakyat setempat dan cerita dari Abdul Rochman selaku
cucu Kepala Desa Kebonsari yang bernama Mbah Malawi, bahwa Kebon terdiri dari
dua suku kata yakni Kebon dan Sari Kabon yang artinya Kebun sedangkan sari yang
berarti Rejo/Ramai, Jadi Kebonsari adalah kebon yang Ramai. Diwilayah tersebut
tanahnya sangat subur sehingga banyak sawah dan kebun sebagai penghasilan/mata
pencaharian masyarakat setempat.
Menurut
cerita para leluhur di kebonsari bahwa pada sekitaran tahun1820M (bisa dilihat
di perpustakaan sejarah/perlu pengkajian lebih lanjut) telah datang Prajurit
dari Kerajaan MATARAM yangmana pada saat itu dikejar-kejar oleh kaum penjajah
dan lari menuju ke Timur malalui jalur sungai, sebagian turun di desa Ngelom
Sepanjang, sebagian di Kebonsari, sebagian di Mbureng (Karang Rejo dan sebagian
di Ndrosemo (Sidoresmo).
Di
Kebonsari Para Prajurit tersebut mendirikan pemukiman yang tidak jauh dari
sungai Brantas yang dinamai dengan Santren, mereka mendirikan surau untuk
tempat ibadah, seiring dengan perkembangan Jaman surau tersebut telah menjadi
masjid dan sekarang telah berdiri Yayasan Darul Hikmah. Bertempat di Jl.
Kebonsari Tengah No. 27.
Desa
Kebonsari dipimpin oleh beberapa Kepala Desa diantaranya yakni :
-
Mbah H. Ibrahim (Mbah Legio) Masa Penjajahan belanda, yang bertempat di Jl.
Kebonsari Tengah No.6 Sekarang kediamannya telah dihuni oleh Abdul Rochman
selaku keturunannya.
-
Mbah Malawi, bertempat tinggal di Kebonsari Gang V.
-
Mbah H. Abdul Salam bertempat tinggal di Kebonsari Gg IV.
Antara Mbah H. Ibrahim (Mbah Legio) dan Mbah Malawi adalah teman dekat
seeperti Saudara, sehingga salah satu putra dari Mbah Malawi yang bernama M.
Syafi’i di ambil menantu oleh Mbah H. Ibrahim
dijodohkan dengan Rukayah. Makadari itu setelah mbah H. Ibrahim sudah
tua dan merasa tenaganya sudah tidak kuat lagi, ditunjuklah Mbah Malawi sebagai
penggantinya sebagai kepala Desa Kebonsari, Sejak itu pendopo desa yang berada
di Kebonsari Tengah pindah ke Kebonsari Kidul (selatan) orang dulu menyebutnya.
Pada saat Mbah Malawi memimpin, beliau telah mendirikan sekolah yang
terbuat dari Bambu, pembangunannya dibantu oleh Masyrakat setempat, tujuan
dibangunnya sekolahan tersebut agar masyarakat Kebonsari menjadi pintar dan
agar bisa memahami agama Islam maka sekolah tersebut bernuansa Agama Islam.
Guru-gurunya diambil dari desa sepanjag dan sekitarnya.
Karena sekolahan tersebut semakin berkembang dan tidak mencukupi sehingga
dipindah ke Santren, kata beliau (Mbah Malawi) dipindahnya sekolah tersebut
juga atas dasar pertimbangan agar lebih dekat dengan masjid dengan harapan
setelah lulus dari Mdrasah bisa turut meramaikan/memakmurkan masjid. Sekolahan
tersebut sekarang semakin berkembang, yang diberi nama SD Darul Ulum bertempat
di area Masjid Al Hikmah Kebonsari. Terkait sejarah SD Darul Ulum ada sesi tersendiri.
|
RW 0I |
|
WARGA MENIKMATI
JERNIHNYA AIR SUNGAI UNTUK LOMBA GEBUK BANTAL
|
|
SAWAH YANG HIJAU
DAN SUBUR |
DAFTAR ISI
A.PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………………
B.
MAKSUD
DAN TUJUAN
…………………………………………………………………………………………….
C.
SUNGAI
BOK ORONG-ORONG
…………………………………………………………………………. ………
D.
SUNGAI
MISKOT ………………………………………………………………………………………………………….
E.
PEMBANGUNAN
RUMAH POMPA …………………………………………………………………………….
F.
DAMPAK
DARI AIR SUNGAI TANG TIDAK MENGALIR
………………………………………………..
HIMBAUAN PENGURUS RW I TENTANG SEPUTARAN
SUNGAI ………………………….………
I.
SAMPAH
……………………………………………………………………...................................................
II.
TINJA ………………………………………………………………………………………………………………………..
III.
AIR
LIMBAH……………………………………………………………………………………………………………….
IV.
PENGHIJAUAN
EKOLOGIS
………………………………………………………………………………………..
V.
DUKUNGAN
TANDA TANGAN HIMBAUAN SEPUTARAN SUNGAI………………………………….
VI.
SURAT-SURAT …………………………………………………………………………………………………………
VII.
DOKUMENTASI ………………………………………………………………………………………………………
A.
PENDAHULUAN
Puji syukur kehadirat Alloh SWT,yang telah banyak memberikan kenikmatan
kepada kita,semoga kita termasuk golongan manusia yang pandai bersyukur dan mendapat
petunjuk untuk mencapai Ridloh-Nya.Amin.
Sungai merupakan suatu obyek /
barang yang tidak bergerak,sebagai pelengkap ekosistem yang sebagaian
keberadaannya tergantung pada manusia yang ada di sekitarnya,
Begitu pula sungai yang berada di
wilayah kita,dalam hal ini kami ingin mengingat-ingat semampunya dan
menterjemahkan dalam tulisan tentang
sejarah yang berkaitan dengan sungai kebonagung wilayah kebonsari RW I (
Bok Orong-orong dan Miskot ) tempo dulu sampai perkembangan sekarang.
Mengikuti perkembangan yang
begitu cepat di wilayah kebonsari khususnya di RW I,perlu kiranya dibuatkan
buku sejarah beserta dokumentasinya,agar dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi
ke depan seiring dengan program yang di agendakan oleh pengurus RW I Kelurahan
Kebonsari Kecamatan Jambangan Surabaya. dengan harapan agar dapat bermanfaat
bagi kita saat ini dan generasi yang akan datang dalam mensikapi keadaan yang berkenaan dengan
seputaran sungai pada khususunya dan secara umum lingkungan disekitar kita,selanjutnya
semoga kita selalu dapat berperan aktif untuk menjaga,melestarikan dan
mencarikan solusi terbaik bila terjadi permasalahan.
Dalam tulisan ini mungkin ada beberapa pengalaman atau sudut
pandang yang berbeda dari rekan-rekan atau para pembaca yang juga tau tentang
sejarah tersebut,namun kami berharap ada pemakluman manakala terdapat kekurangan dan mari kita bersama-sama
melengkapinya sehingga dapat menjadi bahan sejarah yang berguna bagi masyarakat
disekitar kita.Amin.
Kebonsari,April 2014
Ttd
Abdul
Rochman
Sie Lingkungan RW I
Kel.Kebonsari
B. MAKSUD DAN TUJUAN
·
MAKSUD
Dalam
penulisan ‘’ SEJARAH SINGKAT SUNGAI KEBONAGUNG ( BOK ORONG-ORONG
DAN MISKOT ) SERTA HIMBAUN PENGURUS TENTANG SUNGAI ‘’ ini kami bermaksud :
-
Mengajak
kepada semua pihak agar turut terlibat dan berperan aktif untuk menggali
sejarah yang ada di kebonsari khususnya di RW I dan dapat mengingat sejarah /
keadaan masa lalu seiring dengan perkembangan jaman yang begitu pesat,dengan
harapan agar bisa lebih berkembang dan maju
di masa yang akan datang,dengan tidak melupakan nilai-nilai sejarah masa
lalu.
-
Untuk
membantu pemerintah kota Surabaya khususnya DPU Bina Marga Dan Pematusan agar
lebih mudah untuk mengetahui kondisi wilayah dan masyarakat ikut terlibat di
dalamnya.
-
Memberikan
pelayanan kepada msyarakat dengan
segala kemampuan dan
menginformasikan melalui dokumentasi.
· TUJUAN
-
Dengan
terwujutnya penulisan buku ini kami berharap / bertujuan agar setelah membaca,
dapat mengambil pelajaran dan hikmah,siapapun yang mendapat mandat untuk
mengurusi kampung ini yang akan datang/generasi berikutnya supaya lebih maju.
-
Mengupayakan
agar sungai kebonagung wilayah RW I Kebonsari sebagai obyek wisata air seiring
dengan dicanangkannya Jambangan sebagai Kampung wisata.
-
Yang
tidak kalah pentingnya,bagaimana upaya kita selanjutnya untuk selalu menjaga /
melestarikan alam ini dengan secara berkelanjutan agar selalu tampak asri,indah dan
nyaman,untuk kita wariskan kepada anak cucu kita,dengan harapan dalam jangka
panjang dapat sebagai bahan evaluasi dan
antisipasi.
C.
SUNGAI BOK ORONG-ORONG
Dulu di sungai Kebonagung wilayah kebonsari merupakan sumber kehidupan yang
sangat penting,selain berfungsi sebagai irigasi / pengairan sawah dan ladang,sungai
juga berfungsi untuk memandikan hewan ternak seperti kerbau,sapi dan
lain-lain,bagi warga sekitar sungai juga di jadikan tempat untuk mandi sambil
belajar berenang dan tempat untuk mencari ikan,sumur-sumurpun sangat
jernih,untuk minum,mandi,cuci pakaian dll.
Orang-orang Kebonsari yang lahir
sekitar tahun 1960-an ke bawah tentu masih ingat bagaimana jernihnya sungai
Kebonagung,terutama di dekat perempatan kebonsari tengah orang kebonsari
menamai bok orong-orong ( dekat masjid
Al-Hikmah kebonsari ),dan miscot ( Dekat makam Islam RW I ).yang penuh dengan
sejarah.
Di Sungai bok orong-orong hampir setiap
hari banyak anak-anak dan orang dewasa yang mandi dan berenang disitu,bahkan
bukan hanya warga kebonsari saja,banyak yang dari luar,seperti Pagesangan,Jambangan,Karah
dll,apalagi kalau hari minggu sangat ramai sekali.Disitu airnya sangat jernih dan
di dukungan pepohonan yang sangat Rindang sehinggah sangat teduh dan asri,hal
itu yang membuat senang untuk mandi dan
berenang di sungai bok orong-orong.
Dengan ramainya anak yang mandi
di sungai dan tanpa pengawasan sehingga sering terjadi anak tenggelam bahkan sampai
meninggal dunia,kebanyakan yang meninggal bukan dari warga
kebonsari,ketahuannya bila anak-anak sudah pada naik ke darat ternyata masih
ada tersisa baju dan celana,setelah di cari ternyata ada yang tenggelam dan meninggal dunia.Walau
demikian tidak membuat sungai Bok orong-orong menjadi sepi,anak-anak tetap
mandi dan berenang dan tetap ramai setiap hari.
D.
SUNGAI MISKOT
Di tepian sungai banyak di
tumbuhi pepohonan yang sangat rindang,menambah keasrian dan kesejukan suasana,dalam
sungai tersebut juga banyak ikan dan udang,bila sungai di
keringkan dasarnya kelihatan hamparan pasir yang lembut,bila di injak tidak
akan ambles,di kala air pasang kelihatan sangat jernih, saking jernihnya sampai-sampai
ikan yang berenang dapat kelihatan dari darat.
Di sebelah Timur sungai terdapat
hamparan sawah yang sangat subur,ada jalan setapak dan tegalan yang di
manfaatkan warga untuk menanam ketela pohon,ketela rambat,pisang,sayur mayur
dan lain lain,untuk penyeberangan di bangun jembatan yang membentang dari barat
ke timur yang juga diberi Dam yang berfungsi untuk mengairi sawah dan mengendalikan air agar tetap stabil walau
di musim kemarau.
Bangunan Dam tersebut merupakan
sejarah peninggalan belanda,terbuat dari batu kali dan kontruksinya pakai besi
lempengan yang biasa di pakai Rel kereta api,di seputaran Dam ada bangunan yang
menonjol yang berfungsi untuk tempat mandi dan untuk memperbaiki Dam apabila mengalami kendala..
Untuk sisa-sisa jembatan dan Dam sekarang masih kelihatan sebagai
saksi sejarah,mari kita rawat dan jaga.
Pemandangan sehari-hari yang juga
dapat dilihat yaitu ikan di sungai dekat Dam sering melompat-lompat di atas
permukaan air dengan di iringi gemercik air yang mengalir di seputaran Dam dan kalau orang-orang menyeberang lewat
jembatan dari barat ke timur atau sebaliknya harus pegangan besi yang
membentang di sebelah jembatan,karena sungainya sangat dalam sekali takut kalau
kejebur.
Bila bulan puasa tiba banyak
anak-anak yang menghabiskan waktunya di tepian sungai untuk mengail ikan sambil
bermain,ada juga yang mencari kijing dan remis,mulai pagi hingga sore
sambil menunggu saat bebuka puasa karena anak sekolah kala itu bila bulan puasa libur
sampai I Bulan.
Anak-anak sangat riang sekali menikmati suasana alam
bebas,alangkah indahnya bermain di tepi sungai sambil membuat mainan dari tanah
liat,sesekali menerjunkan diri ke dalam sungai,sambil berkejar-kejaran dan menengelamkan
diri ke dalam sungai,karena bila sungai pasang sangat dalam sekali.
Pada sekitar tahun 1985an,ada
pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Surabaya dengan Malang,sehingga sawah
yang terlewati jalan tersebut harus di uruk,dengan di uruknya sawah tersebut
otomatis memutus jalur penghubung dari kebonsari menuju sawah yang ada di
sebelah timur,apalagi dengan telah di bangunnya Apartemen Sejahtera di wilayah
Kebonsari yang dipagar keliling,maka aktifitas warga sudah agak
terbatas,sawah-sawahpun sudah banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan /
perumahan,akhirnya pemandanganpun juga berubah,yang dulu sangat indah,sejuk dan
asri,sekarang menjadi pemandangan bangunan,panas dan pengap.
E.
PEMBANGUNAN RUMAH POMPA
Di wilayah kecamatan Jambangan
dan sekitarnya akhir-akhir ini apabila musim hujan banyak wilayah yang tergenang air bahkan terjadi
banjir ,hal tersebut sudah menjadi
langganan dan sudah bisa diprediksi tiap tahun, sehingga bila musim hujan tiba warga sudah bersiap-siap untuk membuat
dampingan atau tanggul kecil di depan rumah masing-masing untuk mengantisipasi
agar air tidak masuk ke rumah. Menjelang tahun baru, pada tanggal 31 Desember tahun 2011 ( akhir tahun
) terjadi hujan yang sangat lebat dalam jangka waktu yang agak lama,debit air
sangat tinggi sehingga dengan cepat air masuk ke rumah - rumah warga.Hal
tersebut sempat kami abadikan dengan
Handy Cam dengan harapan suatu saat nanti bisa menjadi bahan kajian oleh pihak
- pihak yang terkait dengan masalah tersebut dan dapat di carikan
solusi,sehingga pada musim hujan berikutnya tidak terjadi hal yang sama.
Melalui proses yang
panjang,penelitian dan kajian-kajian maka di putuskan di sungai kebonagung kebonsari manunggal dekat Masjid Al-Hikmah (
Bok orong-orong ) di bangun rumah pompa,dengan harapan dapat mengurangi volume
air apabila musim hujan.Pembangunan rumah pompa di mulai bulan April 2013
dengan di awali pengurukan sungai yang
bertujuan untuk penancapan tiang pancang.hal tersebut dapat di lihat
dalam dokumentasi yang berhasil kami liput.
Sepanjang pembangunan rumah pompa
terjadi permasalahan di masyarakat khususnya RW I Kelurahan Kebonsari yang
berdekatan dengan sungai,karena sungai di uruk untuk penancapan tiang pancang,sehingga air tidak mengalir,dengan
tidak mengalirnya air,sungai menjadi penuh sampah,kotor,bau dan menjadi sarang
nyamuk.Beberapa kali dilakukan koordinasi dengan pihak proyek,DPU BMP dan
pengurus sebagai perwakilan masyarakat,ahirnya di beri aliran air,Alhamdulillah
dengan koordinasi yang baik semua dapat berjalan dengan lancar.
Pada sekitaran Bulan Februari
2014 pembangunan rumah pompa telah selesai,berarti kurang lebih sekitar 10
Bulan proyek pembangunan rumah pompa di laksanakan,di iringi dengan pembangunan
saluran kebonsari tengah dekat perempatan arah utara,sepanjang 80m.Dalam
pantauan kami pada waktu hujan turun ternyata fungsi dari rumah pompa masih
belum maksimal dikarenakan pendukung atau infrastrukturnya belum dilaksanakan.
Karena masih sering terjadi
banjir,pengurus RW I Kelurahan Kebonsari melayangkan surat ke Dinas PU Bina
Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk minta bantuan pengerukan di sungai
Kebonagung wilayah RW I Kebonsari.
Pada tanggal 16 Februari 2014
warga melakukan kerja bakti bersama
Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dan di bantu juga dari Dinas
Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.
Pada tanggal 30 Maret 2014
dilakukan pengerukan dengan bego di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari dengan
tujuan bila musim hujan air bisa
ditarik kearah rumah pompa,yang di mulai
dari RT 03 sampai menuju perempatan kebonsari Tengah.Dalam pengerukan tersebut
pengurus RW I berkoordinasi dengan para RT yang wilayahnya berdekatan dengan
sungai,di antara koordinasi pembongkaran jembatan-jembatan untuk memperlancar
jalannya pengerukan.Pengurus RW juga melayangkan surat ke DPU BMP untuk memohon
agar Dam Miskot dekat makam RW I untuk tidak di bongkar total,melalui
pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya Dam tersebut tidak di bongkar,karena
mengandung nilai sejarah.
F.
DAMPAK
DARI AIR SUNGAI YANG TIDAK MENGALIR
Dengan ucapan Alhamdulillah,pembangunan
rumah pompa di sungai kebonagung wilayah Kebonsari telah selesai,kami selaku
pengurus dan warga kebonsari mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah
kota Surabaya,yang telah berupaya menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah
Kecamatan Jambangan dan sekitarnya.
Kami selaku pengurus RW I Kelurahan
Kebonsari sebagai pelayan masyarakat telah menampung aspirasi warga berkenaan
dengai aliran air sungai sebagai berikut
:
Sejak adanya
rumah pompa,air sungai kebonagung sudah jarang mengalir seperti biasanya,karena
Dam dari sungai brantas di tutup,sehingga membawa dampak bagi masyarakat
sekitar di antaranya :
-
Air yang mengalir sebagian besar berasal
dari limbah rumah tangga (air sisa cucian / detergen,limbah dari
dapur, kamar mandi dan sebagainya ). Bila yang mengalir di sungai banyak
berasal dari Air limbah tersebut perlu diadakan penelitian dan kajian
khusus,apa dampaknya bagi lingkungan.
-
Sungai
menjadi,kotor, bau,sangat kelihatan coklat dan keruh.
Hal
tersebut menimbulkan :
-
habitat yang ada di sungai sulit
untuk berkembang bahkan cenderung mati.
-
Di
dalam sungai banyak jentik-jentik nyamuk,lalat dan tikus.
-
Kehidupan
masyarakat di sekitar Sungai Kebonagung marasa kurang nyaman/terganggu.
-
Kami sudah
melakukan upaya-upaya di antaranya :
-
Mengirimkan surat ke Dinas
terkait.Terlampir.
-
Mengadakan kerjabakti masal pada
Tanggal 16 Februari 2014 untuk
mengadakan pembersihan di seputaran bantaran sungai Kebonagung di bantu dari
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dan dari Dinas Pekerjaan Umum
Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya.( Memberikan bantuan Glangsing 500 Buah
).
-
Membuat surat himbaun kepada warga
agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Harapan yang
kami inginkan :
-
Segera di lakukan
normalisasi/pembangunan infrastruktur pendukung rumah pompa dan air bisa
mengalir setiap hari.
INFORMASI INI
TELAH KAMI SAMPAIKAN KEPADA DPU BMP KOTA SURABAYA DAN TELAH DI TANGGAPI OLEH
ANGGOTA DPRD KOTA SURABAYA ( IBU RENI ) LANGSUNG TERJUN KE LAPANGAN SETELAH
MENGADAKAN JASMAS DI PUJASERA KEBONSARI.
MENGAPA
TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR LIMBAH KE SUNGAI ?
I.
SAMPAH
Kalau tidak boleh membuang sampah di sungai sebenarnya sudah banyak yang
tahu dan juga faham tentang dampaknya,namun karena kurangnya kesadaran dari
sebagian indifidu yang membuat ulah,banyak orang yang kena dampaknya,berarti
membangkitkan kesadaran tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan harus di
mulai dari diri sendiri atau memberikan suatu pemahaman dengan cara memberikan
penyuluhan,himbauan dan peneguran secara langsung,dengan sering melakukan
kerjabakti bersama-sama akan memberikan dampak positif untuk mengajak kepada
sebagian masyarakat yang belum sadar tentang hal tersebut,andai kata tingkat kesadaran
masyarakat sudah cukup tinggi maka tidak perlu sering-sering di adakan kerja
bakti karena di depan rumah atau lingkungan masing-masing sudah bersih,kerja
bakti sebenarnya berfungsi manakala sesuatu hal tersebut tidak dapat di
selesaikan secara indifidu,atau memang untuk kepentingan umum.
Di Negara-negara maju yang
tingkat kesadarannya sudah tinggi,mereka tau betapa pentingnya menjaga
lingkungan,seperti di singapura,Filipina,jepang dan lainnya,karena lahan mereka
sempit sehingga banyak para pemikir atau ilmuwan menemukan alat bermacam-macam yang berkenaan dengan
lingkungan,beda dengan di Negara kita,semua serba mudah di dapat sehingga
sebagian masyarakatnya terbiasa untuk hidup apa adanya,kurang ada kiat-kiat untuk arah kemajuan,seakan-akan
urusan kebersihan lingkungan adalah
urusan kader lingkungan dan pengurus kampung.Kalu kita ingin maju tidak usah
ada rasa ketersinggungan bila di ingatkan atau di kritik,karena untuk
kebersihan lingkungan tidak dapat di lakukan orang perorang,harus ada kebersamaan.Lebih
baik di awali mulai sekarang daripada menunggu sampai esok dan terlambat,karena
sebenarnya bukan alam yang tidak bersahabat tapi karena ulah sebagian manusia
yang kurang memikirkan hal-hal yang berkenaan dengan hal tersebut.
Bila kita bicara tentang sampah
maka tergantung pada diri kita,pemerintah kota Surabaya sudah terlalu sering
mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah,sampai-sampai di adakan lomba
tahunan yaitu MDS ( Merdeka Dari Sampah ) SGC ( Surabaya Green And Clean ) dan
lomba bantaran sungai,semua bertujuan membangkitkan kesadaran warga kota Surabaya untuk bersama-sama peduli
terhadap lingkungan.
II.
TINJA
Masyarakat kita belum banyak yang
tau bahwa mengalirkan/membuang tinja di sungai sangat membahayakan bagi kesehatan,karena
tinja merupakan salah satu sumber penyakit yang dengan cepat menular.Sudah
banyak yang tau kalau tinja itu kotor namun tidak banyak yang tau tentang apa
yang terkandung di dalamnya.
Dibawah ini akan di sebutkan betapa bahayanya tinja bukan
hanya karena sisa makanan yang tidak dapat di cerna oleh tubuh namun juga
karena mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalamnya.
1.
Tinja adalah sisa dan ampas makanan yang tidak dapat di cerna yang
banyak mengandung bakteri/mikroba.
2.
Dalam tinja manusia terdapat bakteri e-koli-tinja dan bakteri
pathogen yaitu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti
Salmonela thypi ( tyfus ),Vibrio cholera
( Kolera ),Virus hepatitis A,polio dll.
3.
Jika seseorang cacingan,sudah dapat di pastikan dalam tinjanya
terdapat telur-telur cacing.Beragam cacing dapat hidup dalam perut kita seperti
cacing gelang,cacing tanbang,cacing pita dll.
Bila tinja
itu ada di sekitar kita lalu di hinggapi oleh lalat dan lalat tersebut
berkeliaran di sekitar kita,apa yang terjadi ?
III.
AIR LIMBAH
Setiap Rumah tangga membuang sisa detergen,limbah dari dapur dan limbah
dari kamar mandi ke selokan,dari selokan diteruskan ke sungai.Sebagian besar
kita kurang memahami betapa bahayanya limbah-limbah tersebut,padahal semua itu
dapat berdampak buruk bagi sungai dan lingkungan.Salah satu di antara bahaya
detergen adalah mengandung Surfaktan,memiliki rantai kimia yang sulit di degradasi
( di urai ) oleh alam.
Jika limbah rumah tangga langsung mengalir ke saluran drainase atu sungai secara
langsung
( Tanpa di olah ) menyebabkan air
menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk,apalagi sungai kebonagung semenjak
ada rumah pompa,air tidak selalu bisa mengalir seperti biasanya sehingga
menggenang,maka dari itu harus ada koordinasi dan penanganan khusus agar fungsi
pengurus dan pemerintah dalam penanganan pelayanan terhadap masyarakat bisa
berjalan dengan baik.
Bahan lain yang terkandung dalam limbah
detergen adalah filler atau bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai
kemampuan meningkatkan daya cuci tetapi menambah kwantitas.Efek dari limbah
yang tidak di olah dapat menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kwalitas
kesuburan dan dapat mengakibatkan cacing-cacing yang bermanfaat bagi manusia
mati.
IV. PENGHIJAUAN EKOLOGIS
Keberadaan
pohon atau tanaman di lingkungan kita sangatlah penting,karena tanaman tidak
hanya menghasilkan oksigen tetapi dapat menyerap polutan yang dapat berbahaya
bagi kesehatan kita,pemukiman di kota terutama di daerah bantaran sungai lahan
untuk ruang terbuka hijau sangat
terbatas.Untuk memaksimalkan keberadaan tanaman di perkotaan maka yang bisa
dilakukan adalah penghijauan ekologis.Maksudnya tanaman yang ditanam dipilih
jenis yang memiliki fungsi ekologis penting bagi manusia.Ada beberapa jenis
tanaman yang mempunyai kemampuan menyerap polutan lebih banyak atau
menghasilkan oksigen.Contoh tanaman yang menghasilkan oksigen lebih
banyak/menyerap gas CO2 adalah Pohon trembesi/jenis tanaman yang berdaun kecil
karena banyak menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.
Untuk mengatasi pencemaran berupa
debu/partikel padat dapat dilakukan dengan memilih tanaman yang daunnya
berbulu/tanaman yang berdaun lebat.Contoh pohon Keres.Sementara untuk mengatasi
pencemaran timbal/asap kendaraan bermotor dapat dipilih jenis tanaman
puring.keberadaan tanaman yang ada dilingkungan kita juga dapat meredam kebisingan,mampu
menurunkan suhu setempat dan dapat membuat udara segar karena manghasilkan
oksigen.
Beberapa penelitian membuktikan 1
Hektare ruang terbuka/hijau yang dipenuhi pohon besar menhasilkan 0,6 Ton O2
untuk kebutuhan 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 Ton CO2/tahun,menyimpan
900 m3 air tanah/tahun,mentransfer air 4.000 Liter per hari,menurunkan suhu 5-8 drajat Celcius,meredam kebisingan 25-89% dan mengurangi kekuatan
angin 75-80%.
Fungsi penting dari pohon adalah
mengfilter debu yang mencemari udara,pepohonan di areal 300x400m diketahui
menurunkan konsentrasi debu dari 7.000 menjadi 4.000 partikel
perliter.Sementara itu pohon di jalur hijau dapat mengurangi lebih 50% Gas Nox
yang ada di udara.
Pilihan lain yang bisa dilakukan
adalah menghijaukan kampung dengan tanaman obat keluarga(Toga) /dengan
mengembangkan urbanfarming seperti tanaman sayuran atau tabulapot.Ketika
tanaman yang dipilih bisa dirasakan manfaatnya maka warga termotifasi untuk
menanam dan kegiatan tanam menanam ini mestinya bisa menjadi pendorong warga
untuk melakukan pengolahan sampah organic memnjadi kompos / pupuk organic cair.
V.
|
VI.
SURAT-SURAT PERENCANAAN
SUNGAI KEBONAGUNG SEBAGAI OBYEK
WISATA AIR OLEH POKDARWIS KEBONSARI |
KESIMPULAN AKHIR / PENUTUP
Kami selaku seksi Lingkunga di wilayah RW I Kelurahan
Kebonsari berharap agar dengan
penjabaran tentang sejarah seputaran sungai Kebonagung beserta
dokumentasinya di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari mulai dari awal hingga akhir
pantauan kami dapat di tarik kesimpulan
:
-
Sejarah
masa lalu akan tenggelam hanya tinggal cerita fiktif tanpa bukti kalau tidak
ada yang peduli untuk mendokumentasikan atau bercerita melalui tulisan dan
semua akan terlewati begitu saja tanpa kesan.
-
Betapa
pentingnya kerjasama/sinergi antara masyarakat,pengurus sebagai perwakilan
masyarakat dan pemerintah kota untuk saling menunjang demi terlaksananya
pembangunan yang sesuai dengan harapan kita bersama,karena suatu pembangunan
mustahil cepat terealisasi tanpa dukungan dari semua pihak.
-
Kami
telah melakukan koordinasi dengan RT se wilayah RW I terutama yang berada di
dekat wilayah sungai baik melalui surat atau temu darat,untuk menjebatani
antara kegiatan DPU BMP dan kepentingan masyarakat,Alhamdulillah semua dapat
berjalan dengan baik,termasuk membongkar jembatan-jembatan untuk kelancaran
jalannya pengerukan.( pentingnya koordinasi )
-
Setelah
kami menuangkan kronologi/sejarah berkaitan dengan sungai Kebonagung dan telah
membuat himbauan-himbauan berkenaan dengan hal tersebut,mari kita benahi
perlahan-lahan dengan membuat konsep penataan yang baik sehingga apa yang kita
harapkan yaitu untuk mewujudkan kebonsari terbebas dari banjir,wilayahnya
tertata dengan rapi,bersih,asri,nyaman dan indah semoga dapat segera terwujud.
-
Selanjutnya
kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya
sekilas tentang cerita dalam tulisan ini terutama kepada segenap rekan-rekan
dari Jajaran Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya atas terkabulnya
permohonan kami untuk tidak membongkar secara keseluruhan bangunan Dam Miskot
yang merupakan sejarah terkait dengan keberadaan sungai kebonagung.
-
Walau
sungai bok orong-orong kini telah berubah menjadi rumah pompa kami memahami
karena demi kepentingan bersama untuk mengurangi banjir di wilayah Kecamatan
Jambangan dan sekitarnya.
-
Kurang
lebihnya mohon ma’af bila ada yang kurang berkenan,semoga kita senantiasa
diberi kesehatan jasmani dan ruhani agar dapat melaksanakan aktifitas dengan
baik.Amin Ya Robbal ‘Alamin.
Wassalam
Suip.....
BalasHapus