Minggu, 30 April 2017

PENANGANAN BANJIR DI KEBONSARI



Kisah desa kebonsari tenpo dulu, wilayahnya terletak di bagian sisi selatan kota Surabaya, letak geografis, sebelah selatam Desa Pagesangan, sebelah Timur Desa Gayungsari, sebelah Utara Desa Jambangan dan sebelah Barat Sungai Brantas.

 

Nama Kebonsari menurut cerita rakyat setempat dan cerita dari Abdul Rochman selaku cucu Kepala Desa Kebonsari yang bernama Mbah Malawi, bahwa Kebon terdiri dari dua suku kata yakni Kebon dan Sari Kabon yang artinya Kebun sedangkan sari yang berarti Rejo/Ramai, Jadi Kebonsari adalah kebon yang Ramai. Diwilayah tersebut tanahnya sangat subur sehingga banyak sawah dan kebun sebagai penghasilan/mata pencaharian masyarakat setempat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menurut cerita para leluhur di kebonsari bahwa pada sekitaran tahun1820M (bisa dilihat di perpustakaan sejarah/perlu pengkajian lebih lanjut) telah datang Prajurit dari Kerajaan MATARAM yangmana pada saat itu dikejar-kejar oleh kaum penjajah dan lari menuju ke Timur malalui jalur sungai, sebagian turun di desa Ngelom Sepanjang, sebagian di Kebonsari, sebagian di Mbureng (Karang Rejo dan sebagian di Ndrosemo (Sidoresmo).

 

Di Kebonsari Para Prajurit tersebut mendirikan pemukiman yang tidak jauh dari sungai Brantas yang dinamai dengan Santren, mereka mendirikan surau untuk tempat ibadah, seiring dengan perkembangan Jaman surau tersebut telah menjadi masjid dan sekarang telah berdiri Yayasan Darul Hikmah. Bertempat di Jl. Kebonsari Tengah No. 27.

 

Desa Kebonsari dipimpin oleh beberapa Kepala Desa diantaranya yakni :

-        Mbah H. Ibrahim (Mbah Legio) Masa Penjajahan belanda, yang bertempat di Jl. Kebonsari Tengah No.6 Sekarang kediamannya telah dihuni oleh Abdul Rochman selaku keturunannya.

-        Mbah Malawi, bertempat tinggal di Kebonsari Gang V.

-        Mbah H. Abdul Salam bertempat tinggal di Kebonsari Gg IV.

 

Antara Mbah H. Ibrahim (Mbah Legio) dan Mbah Malawi adalah teman dekat seeperti Saudara, sehingga salah satu putra dari Mbah Malawi yang bernama M. Syafi’i di ambil menantu oleh Mbah H. Ibrahim  dijodohkan dengan Rukayah. Makadari itu setelah mbah H. Ibrahim sudah tua dan merasa tenaganya sudah tidak kuat lagi, ditunjuklah Mbah Malawi sebagai penggantinya sebagai kepala Desa Kebonsari, Sejak itu pendopo desa yang berada di Kebonsari Tengah pindah ke Kebonsari Kidul (selatan) orang dulu menyebutnya.

Pada saat Mbah Malawi memimpin, beliau telah mendirikan sekolah yang terbuat dari Bambu, pembangunannya dibantu oleh Masyrakat setempat, tujuan dibangunnya sekolahan tersebut agar masyarakat Kebonsari menjadi pintar dan agar bisa memahami agama Islam maka sekolah tersebut bernuansa Agama Islam. Guru-gurunya diambil dari desa sepanjag dan sekitarnya.

Karena sekolahan tersebut semakin berkembang dan tidak mencukupi sehingga dipindah ke Santren, kata beliau (Mbah Malawi) dipindahnya sekolah tersebut juga atas dasar pertimbangan agar lebih dekat dengan masjid dengan harapan setelah lulus dari Mdrasah bisa turut meramaikan/memakmurkan masjid. Sekolahan tersebut sekarang semakin berkembang, yang diberi nama SD Darul Ulum bertempat di area Masjid Al Hikmah Kebonsari. Terkait sejarah SD Darul Ulum ada sesi tersendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  RW 0I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

WARGA MENIKMATI  JERNIHNYA AIR SUNGAI UNTUK LOMBA GEBUK BANTAL     

 

SAWAH YANG HIJAU DAN SUBUR

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

                                                                                               

 

 

 

 

 

A.PENDAHULUAN …………………………………………………………………………………………………………  

 

 

B.     MAKSUD DAN TUJUAN  …………………………………………………………………………………………….            

 

 

C.     SUNGAI BOK ORONG-ORONG   …………………………………………………………………………. ………      

 

D.     SUNGAI MISKOT ………………………………………………………………………………………………………….

 

E.     PEMBANGUNAN RUMAH POMPA  …………………………………………………………………………….

 

 

F.      DAMPAK DARI AIR SUNGAI TANG TIDAK MENGALIR  ………………………………………………..

 

 

HIMBAUAN PENGURUS RW I TENTANG SEPUTARAN SUNGAI  ………………………….………

 

 

I.                 SAMPAH ……………………………………………………………………...................................................

 

 

II.               TINJA  ………………………………………………………………………………………………………………………..

 

 

III.              AIR LIMBAH……………………………………………………………………………………………………………….

 

 

IV.             PENGHIJAUAN EKOLOGIS  ………………………………………………………………………………………..

 

 

V.               DUKUNGAN TANDA TANGAN HIMBAUAN SEPUTARAN SUNGAI………………………………….

 

VI.             SURAT-SURAT  …………………………………………………………………………………………………………

 

 

VII.           DOKUMENTASI  ………………………………………………………………………………………………………      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.     PENDAHULUAN

 

 

 

Puji syukur kehadirat  Alloh SWT,yang telah banyak memberikan kenikmatan kepada kita,semoga kita termasuk golongan manusia yang pandai bersyukur dan mendapat petunjuk untuk mencapai Ridloh-Nya.Amin.

 

Sungai merupakan suatu obyek / barang yang tidak bergerak,sebagai pelengkap ekosistem yang sebagaian keberadaannya tergantung pada manusia yang ada di sekitarnya,

 

Begitu pula sungai yang berada di wilayah kita,dalam hal ini kami ingin mengingat-ingat semampunya dan menterjemahkan dalam tulisan tentang  sejarah yang berkaitan dengan sungai kebonagung wilayah kebonsari RW I ( Bok Orong-orong dan Miskot ) tempo dulu sampai perkembangan sekarang.

 

Mengikuti perkembangan yang begitu cepat di wilayah kebonsari khususnya di RW I,perlu kiranya dibuatkan buku sejarah beserta dokumentasinya,agar dapat menjadi bahan kajian dan evaluasi ke depan seiring dengan program yang di agendakan oleh pengurus RW I Kelurahan Kebonsari Kecamatan Jambangan Surabaya. dengan harapan agar dapat bermanfaat bagi kita saat ini dan generasi yang akan datang dalam  mensikapi keadaan yang berkenaan dengan seputaran sungai pada khususunya dan secara umum lingkungan disekitar kita,selanjutnya semoga kita selalu dapat berperan aktif untuk menjaga,melestarikan dan mencarikan solusi terbaik bila terjadi permasalahan.

 

Dalam tulisan  ini mungkin ada beberapa pengalaman atau sudut pandang yang berbeda dari rekan-rekan atau para pembaca yang juga tau tentang sejarah tersebut,namun kami berharap ada pemakluman manakala terdapat  kekurangan dan mari kita bersama-sama melengkapinya sehingga dapat menjadi bahan sejarah yang berguna bagi masyarakat disekitar kita.Amin.

 

 

Kebonsari,April 2014

 

 

                                                                                           Ttd

 

                                                                                            Abdul Rochman

                                                                                          Sie Lingkungan RW I

                                                                                          Kel.Kebonsari

 

 

 

 

 

 

 

B.      MAKSUD DAN TUJUAN

 

 

·       MAKSUD

 

               Dalam penulisan  ‘’ SEJARAH SINGKAT SUNGAI KEBONAGUNG ( BOK ORONG-ORONG DAN MISKOT ) SERTA HIMBAUN PENGURUS TENTANG SUNGAI  ‘’ ini  kami bermaksud  :

 

-        Mengajak kepada semua pihak agar turut terlibat dan berperan aktif untuk menggali sejarah yang ada di kebonsari khususnya di RW I dan dapat mengingat sejarah / keadaan masa lalu seiring dengan perkembangan jaman yang begitu pesat,dengan harapan agar bisa lebih berkembang dan maju  di masa yang akan datang,dengan tidak melupakan nilai-nilai sejarah masa lalu.

                                                                                                    

-        Untuk membantu pemerintah kota Surabaya khususnya DPU Bina Marga Dan Pematusan agar lebih mudah untuk mengetahui kondisi wilayah dan masyarakat ikut terlibat di dalamnya.

 

-        Memberikan pelayanan kepada msyarakat  dengan segala  kemampuan dan menginformasikan  melalui dokumentasi.

 

·       TUJUAN

 

 

-        Dengan terwujutnya penulisan buku ini kami berharap / bertujuan agar setelah membaca, dapat mengambil pelajaran dan hikmah,siapapun yang mendapat mandat untuk mengurusi kampung ini yang akan datang/generasi berikutnya supaya lebih maju.

 

-        Mengupayakan agar sungai kebonagung wilayah RW I Kebonsari sebagai obyek wisata air seiring dengan dicanangkannya Jambangan sebagai Kampung wisata.

 

-        Yang tidak kalah pentingnya,bagaimana upaya kita selanjutnya untuk selalu menjaga / melestarikan alam ini dengan secara berkelanjutan  agar selalu tampak asri,indah dan nyaman,untuk kita wariskan kepada anak cucu kita,dengan harapan dalam jangka panjang dapat sebagai  bahan evaluasi dan antisipasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

C.     SUNGAI BOK ORONG-ORONG

 

Dulu  di sungai Kebonagung wilayah  kebonsari merupakan sumber kehidupan yang sangat penting,selain berfungsi sebagai irigasi / pengairan sawah dan ladang,sungai juga berfungsi untuk memandikan hewan ternak seperti kerbau,sapi dan lain-lain,bagi warga sekitar sungai juga di jadikan tempat untuk mandi sambil belajar berenang dan tempat untuk mencari ikan,sumur-sumurpun sangat jernih,untuk minum,mandi,cuci pakaian dll.

 

Orang-orang Kebonsari yang lahir sekitar tahun 1960-an ke bawah tentu masih ingat bagaimana jernihnya sungai Kebonagung,terutama di dekat perempatan kebonsari tengah orang kebonsari menamai  bok orong-orong ( dekat masjid Al-Hikmah kebonsari ),dan miscot ( Dekat makam Islam RW I ).yang penuh dengan sejarah.

 

Di Sungai bok orong-orong hampir setiap hari banyak anak-anak dan orang dewasa yang mandi dan berenang disitu,bahkan bukan hanya warga kebonsari saja,banyak yang dari luar,seperti Pagesangan,Jambangan,Karah dll,apalagi kalau hari minggu sangat ramai sekali.Disitu airnya sangat jernih dan di dukungan pepohonan yang sangat Rindang sehinggah sangat teduh dan asri,hal itu yang membuat  senang untuk mandi dan berenang di sungai bok orong-orong.

 

Dengan ramainya anak yang mandi di sungai dan tanpa pengawasan sehingga  sering terjadi anak tenggelam bahkan sampai meninggal dunia,kebanyakan yang meninggal bukan dari warga kebonsari,ketahuannya bila anak-anak sudah pada naik ke darat ternyata masih ada tersisa baju dan celana,setelah di cari ternyata ada  yang tenggelam dan meninggal dunia.Walau demikian tidak membuat sungai Bok orong-orong menjadi sepi,anak-anak tetap mandi dan berenang dan tetap ramai setiap hari.

 

walau musim kemarau  sungai Bok orong-orong airnya  masih terus mengalir karena di sebelah barat ada Dam sebagai pengendali air dari sungai Brantas  yang berfungsi untuk irigasi                              ( mengairi sawah ) sampai menuju rungkut,setiap hari juga banyak orang memncari ikan ada yang pakai  alat kail,jala,jaring dan lain lain,bahkan sesekali ada yang memakai obat sehingga ikannya pada mabok.Pada waktu Hari Raya Idul Qurban,sungai juga di pakai warga untuk mencuci jeroan hewan kambing dan sapi.Bila musim kemarau air agak surut,banyak warga yang memanfaatkan untuk mencari kijing dan remis.Kini kali Bok orong-orong sudah berubah menjadi Rumah Pompa.dapat di lihat di dokumentasi proses awal pembangunan Romah Pompa.

 

 

 

 

D.    SUNGAI MISKOT

 

 

Di sebelah Timur Makam RW I Kelurahan Kebonsari ada sungai yang oleh orang Kebonsari diberi nama  Miskot,airnya sangat jernih,yang merupakan terusan dari sungai bok orong-orong,di situ juga sangat erat kaitannya dengan kehidupan orang kebonsari dan sekitarnya.Sungai  dimanfaatkan oleh warga untuk mandi,belajar berenang dan juga untuk memandikan hewan ternak,bahkan buang air besarpun juga di sungai,di tepian sungai di beri tangga (Babakan) yang sekarang di sebut WC Hallykopter.

 

Di tepian sungai banyak di tumbuhi pepohonan yang sangat rindang,menambah keasrian dan kesejukan suasana,dalam sungai  tersebut juga  banyak ikan dan udang,bila sungai di keringkan dasarnya kelihatan hamparan pasir yang lembut,bila di injak tidak akan ambles,di kala air pasang kelihatan sangat jernih, saking jernihnya sampai-sampai ikan yang berenang dapat kelihatan dari darat.

 

Di sebelah Timur sungai terdapat hamparan sawah yang sangat subur,ada jalan setapak dan tegalan yang di manfaatkan warga untuk menanam ketela pohon,ketela rambat,pisang,sayur mayur dan lain lain,untuk penyeberangan di bangun jembatan yang membentang dari barat ke timur yang juga diberi Dam yang berfungsi untuk mengairi sawah  dan mengendalikan air agar tetap stabil walau di musim kemarau.

 

Bangunan Dam tersebut merupakan sejarah peninggalan belanda,terbuat dari batu kali dan kontruksinya pakai besi lempengan yang biasa di pakai Rel kereta api,di seputaran Dam ada bangunan yang menonjol yang berfungsi untuk tempat mandi dan untuk  memperbaiki Dam apabila mengalami kendala.. Untuk  sisa-sisa jembatan  dan Dam sekarang masih kelihatan sebagai saksi sejarah,mari kita rawat dan jaga.

 

Pemandangan sehari-hari yang juga dapat dilihat yaitu ikan di sungai dekat Dam sering melompat-lompat di atas permukaan air dengan di iringi gemercik air yang mengalir di seputaran   Dam dan kalau orang-orang menyeberang lewat jembatan dari barat ke timur atau sebaliknya harus pegangan besi yang membentang di sebelah jembatan,karena sungainya sangat dalam sekali takut kalau kejebur.

 

Bila bulan puasa tiba banyak anak-anak yang menghabiskan waktunya di tepian sungai untuk mengail ikan sambil bermain,ada juga yang mencari kijing dan remis,mulai pagi hingga sore sambil  menunggu saat bebuka puasa karena  anak sekolah kala itu bila bulan puasa libur sampai  I Bulan.

 

Anak-anak  sangat riang sekali menikmati suasana alam bebas,alangkah indahnya bermain di tepi sungai sambil membuat mainan dari tanah liat,sesekali menerjunkan diri ke dalam sungai,sambil berkejar-kejaran dan menengelamkan diri ke dalam sungai,karena bila sungai pasang sangat dalam sekali.

 

Pada sekitar tahun 1985an,ada pembangunan jalan Tol yang menghubungkan Surabaya dengan Malang,sehingga sawah yang terlewati jalan tersebut harus di uruk,dengan di uruknya sawah tersebut otomatis memutus jalur penghubung dari kebonsari menuju sawah yang ada di sebelah timur,apalagi dengan telah di bangunnya Apartemen Sejahtera di wilayah Kebonsari yang dipagar keliling,maka aktifitas warga sudah agak terbatas,sawah-sawahpun sudah banyak yang beralih fungsi menjadi bangunan / perumahan,akhirnya pemandanganpun juga berubah,yang dulu sangat indah,sejuk dan asri,sekarang menjadi pemandangan bangunan,panas dan pengap.

E.     PEMBANGUNAN RUMAH POMPA

 

 

Di wilayah kecamatan Jambangan dan sekitarnya akhir-akhir ini apabila musim hujan banyak  wilayah yang tergenang air bahkan terjadi banjir ,hal tersebut  sudah menjadi langganan dan sudah bisa diprediksi tiap tahun, sehingga  bila musim hujan tiba  warga sudah bersiap-siap untuk membuat dampingan atau tanggul kecil di depan rumah masing-masing untuk mengantisipasi agar air tidak masuk ke rumah. Menjelang tahun baru, pada  tanggal 31 Desember tahun 2011 ( akhir tahun ) terjadi hujan yang sangat lebat dalam jangka waktu yang agak lama,debit air sangat tinggi sehingga dengan cepat air masuk ke rumah - rumah warga.Hal tersebut sempat kami abadikan  dengan Handy Cam dengan harapan suatu saat nanti bisa menjadi bahan kajian oleh pihak - pihak yang terkait dengan masalah tersebut dan dapat di carikan solusi,sehingga pada musim hujan berikutnya tidak terjadi hal yang sama.

 

Melalui proses yang panjang,penelitian dan kajian-kajian maka di putuskan di sungai kebonagung  kebonsari manunggal dekat Masjid Al-Hikmah ( Bok orong-orong ) di bangun rumah pompa,dengan harapan dapat mengurangi volume air apabila musim hujan.Pembangunan rumah pompa di mulai bulan April 2013 dengan di awali pengurukan sungai yang  bertujuan untuk penancapan tiang pancang.hal tersebut dapat di lihat dalam dokumentasi yang berhasil kami liput.

 

Sepanjang pembangunan rumah pompa terjadi permasalahan di masyarakat khususnya RW I Kelurahan Kebonsari yang berdekatan dengan sungai,karena sungai di uruk untuk penancapan  tiang pancang,sehingga air tidak mengalir,dengan tidak mengalirnya air,sungai menjadi penuh sampah,kotor,bau dan menjadi sarang nyamuk.Beberapa kali dilakukan koordinasi dengan pihak proyek,DPU BMP dan pengurus sebagai perwakilan masyarakat,ahirnya di beri aliran air,Alhamdulillah dengan koordinasi yang baik semua dapat berjalan dengan lancar.

 

Pada sekitaran Bulan Februari 2014 pembangunan rumah pompa telah selesai,berarti kurang lebih sekitar 10 Bulan proyek pembangunan rumah pompa di laksanakan,di iringi dengan pembangunan saluran kebonsari tengah dekat perempatan arah utara,sepanjang 80m.Dalam pantauan kami pada waktu hujan turun ternyata fungsi dari rumah pompa masih belum maksimal dikarenakan pendukung atau infrastrukturnya belum dilaksanakan.

 

Karena masih sering terjadi banjir,pengurus RW I Kelurahan Kebonsari melayangkan surat ke Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk minta bantuan pengerukan di sungai Kebonagung wilayah RW I Kebonsari.

 

Pada tanggal 16 Februari 2014 warga melakukan  kerja bakti bersama Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya dan di bantu juga dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya.

 

Pada tanggal 30 Maret 2014 dilakukan pengerukan dengan bego di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari dengan tujuan bila musim hujan  air bisa ditarik  kearah rumah pompa,yang di mulai dari RT 03 sampai menuju perempatan kebonsari Tengah.Dalam pengerukan tersebut pengurus RW I berkoordinasi dengan para RT yang wilayahnya berdekatan dengan sungai,di antara koordinasi pembongkaran jembatan-jembatan untuk memperlancar jalannya pengerukan.Pengurus RW juga melayangkan surat ke DPU BMP untuk memohon agar Dam Miskot dekat makam RW I untuk tidak di bongkar total,melalui pertimbangan dan kebijaksanaan akhirnya Dam tersebut tidak di bongkar,karena mengandung nilai sejarah.

 

 

 

                                  

F.      DAMPAK DARI AIR SUNGAI YANG TIDAK MENGALIR

           

Dengan ucapan Alhamdulillah,pembangunan rumah pompa di sungai kebonagung wilayah Kebonsari telah selesai,kami selaku pengurus dan warga kebonsari mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah kota Surabaya,yang telah berupaya menyelesaikan permasalahan banjir di wilayah Kecamatan Jambangan dan sekitarnya.

 

Kami selaku pengurus RW I Kelurahan Kebonsari sebagai pelayan masyarakat telah menampung aspirasi warga berkenaan dengai aliran air sungai sebagai berikut  :

 

Sejak adanya rumah pompa,air sungai kebonagung sudah jarang mengalir seperti biasanya,karena Dam dari sungai brantas di tutup,sehingga membawa dampak bagi masyarakat sekitar di antaranya  :

 

-        Air yang mengalir sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga                                                             (air sisa cucian / detergen,limbah dari dapur, kamar mandi dan sebagainya ). Bila yang mengalir di sungai banyak berasal dari  Air limbah tersebut perlu diadakan penelitian dan kajian khusus,apa dampaknya bagi lingkungan.

-        Sungai menjadi,kotor, bau,sangat kelihatan coklat dan keruh.

 

Hal tersebut  menimbulkan :

 

-        habitat yang ada di sungai sulit untuk berkembang bahkan cenderung mati.

-        Di dalam sungai banyak jentik-jentik nyamuk,lalat dan tikus.

-        Kehidupan masyarakat di sekitar Sungai Kebonagung marasa kurang nyaman/terganggu.

-         

Kami sudah melakukan upaya-upaya di antaranya :

              

-        Mengirimkan surat ke Dinas terkait.Terlampir.

-        Mengadakan kerjabakti masal pada Tanggal 16 Februari 2014  untuk mengadakan pembersihan di seputaran bantaran sungai Kebonagung di bantu dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya.( Memberikan bantuan Glangsing 500 Buah ).

-        Membuat surat himbaun kepada warga agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Harapan yang kami inginkan :

 

-        Segera di lakukan normalisasi/pembangunan infrastruktur pendukung rumah pompa dan air bisa mengalir setiap hari.

 

KETERANGAM   ; 

INFORMASI INI TELAH KAMI SAMPAIKAN KEPADA DPU BMP KOTA SURABAYA DAN TELAH DI TANGGAPI OLEH ANGGOTA DPRD KOTA SURABAYA ( IBU RENI ) LANGSUNG TERJUN KE LAPANGAN SETELAH MENGADAKAN JASMAS DI PUJASERA KEBONSARI.

 

 

 

 

                         STOP MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR  LIMBAH KE SUNGAI !!!

 

 

MENGAPA TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH,TINJA DAN AIR LIMBAH KE SUNGAI ?

 

I.                 SAMPAH

 

           Kalau tidak boleh membuang sampah di sungai sebenarnya sudah banyak yang tahu dan juga faham tentang dampaknya,namun karena kurangnya kesadaran dari sebagian indifidu yang membuat ulah,banyak orang yang kena dampaknya,berarti membangkitkan kesadaran tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan harus di mulai dari diri sendiri atau memberikan suatu pemahaman dengan cara memberikan penyuluhan,himbauan dan peneguran secara langsung,dengan sering melakukan kerjabakti bersama-sama akan memberikan dampak positif untuk mengajak kepada sebagian masyarakat yang belum sadar tentang hal tersebut,andai kata tingkat kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi maka tidak perlu sering-sering di adakan kerja bakti karena di depan rumah atau lingkungan masing-masing sudah bersih,kerja bakti sebenarnya berfungsi manakala sesuatu hal tersebut tidak dapat di selesaikan secara indifidu,atau memang untuk kepentingan umum.

 

Di Negara-negara maju yang tingkat kesadarannya sudah tinggi,mereka tau betapa pentingnya menjaga lingkungan,seperti di singapura,Filipina,jepang dan lainnya,karena lahan mereka sempit sehingga banyak para pemikir atau ilmuwan  menemukan alat  bermacam-macam yang berkenaan dengan lingkungan,beda dengan di Negara kita,semua serba mudah di dapat sehingga sebagian masyarakatnya terbiasa untuk hidup apa adanya,kurang  ada kiat-kiat untuk arah kemajuan,seakan-akan urusan kebersihan  lingkungan adalah urusan kader lingkungan dan pengurus kampung.Kalu kita ingin maju tidak usah ada rasa ketersinggungan bila di ingatkan atau di kritik,karena untuk kebersihan lingkungan tidak dapat di lakukan orang perorang,harus ada kebersamaan.Lebih baik di awali mulai sekarang daripada menunggu sampai esok dan terlambat,karena sebenarnya bukan alam yang tidak bersahabat tapi karena ulah sebagian manusia yang kurang memikirkan hal-hal yang berkenaan dengan hal tersebut.

 

Bila kita bicara tentang sampah maka tergantung pada diri kita,pemerintah kota Surabaya sudah terlalu sering mensosialisasikan tentang pengelolaan sampah,sampai-sampai di adakan lomba tahunan yaitu MDS ( Merdeka Dari Sampah ) SGC ( Surabaya Green And Clean ) dan lomba bantaran sungai,semua bertujuan membangkitkan kesadaran  warga kota Surabaya untuk bersama-sama peduli terhadap lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

II.               TINJA

 

Masyarakat kita belum banyak yang tau bahwa mengalirkan/membuang tinja di sungai sangat membahayakan bagi kesehatan,karena tinja merupakan salah satu sumber penyakit yang dengan cepat menular.Sudah banyak yang tau kalau tinja itu kotor namun tidak banyak yang tau tentang apa yang terkandung di dalamnya.

 

Dibawah ini  akan di sebutkan betapa bahayanya tinja bukan hanya karena sisa makanan yang tidak dapat di cerna oleh tubuh namun juga karena mikroorganisme berbahaya yang terkandung di dalamnya.

 

1.     Tinja adalah sisa dan ampas makanan yang tidak dapat di cerna yang banyak mengandung bakteri/mikroba.

2.     Dalam tinja manusia terdapat bakteri e-koli-tinja dan bakteri pathogen yaitu bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia seperti Salmonela thypi ( tyfus ),Vibrio cholera                                                         ( Kolera ),Virus hepatitis A,polio dll.

3.     Jika seseorang cacingan,sudah dapat di pastikan dalam tinjanya terdapat telur-telur cacing.Beragam cacing dapat hidup dalam perut kita seperti cacing gelang,cacing tanbang,cacing pita dll.

 

Bila tinja itu ada di sekitar kita lalu di hinggapi oleh lalat dan lalat tersebut berkeliaran di sekitar kita,apa yang terjadi ?

 

 

 

III.            AIR LIMBAH

 

Setiap Rumah tangga membuang  sisa detergen,limbah dari dapur dan limbah dari kamar mandi ke selokan,dari selokan diteruskan ke sungai.Sebagian besar kita kurang memahami betapa bahayanya limbah-limbah tersebut,padahal semua itu dapat berdampak buruk bagi sungai dan lingkungan.Salah satu di antara bahaya detergen adalah mengandung Surfaktan,memiliki rantai kimia yang sulit di degradasi ( di urai ) oleh alam.

       

Jika limbah rumah tangga langsung  mengalir ke saluran drainase atu sungai secara langsung                                          ( Tanpa di olah ) menyebabkan air menjadi coklat dan mengeluarkan bau busuk,apalagi sungai kebonagung semenjak ada rumah pompa,air tidak selalu bisa mengalir seperti biasanya sehingga menggenang,maka dari itu harus ada koordinasi dan penanganan khusus agar fungsi pengurus dan pemerintah dalam penanganan pelayanan terhadap masyarakat bisa berjalan dengan baik.

 

Bahan lain yang terkandung dalam limbah detergen adalah filler atau bahan tambahan detergen yang tidak mempunyai kemampuan meningkatkan daya cuci tetapi menambah kwantitas.Efek dari limbah yang tidak di olah dapat menyebabkan pencemaran tanah yang menurunkan kwalitas kesuburan dan dapat mengakibatkan cacing-cacing yang bermanfaat bagi manusia mati.

 

 

 

 

 

IV. PENGHIJAUAN EKOLOGIS

 

 

               Keberadaan pohon atau tanaman di lingkungan kita sangatlah penting,karena tanaman tidak hanya menghasilkan oksigen tetapi dapat menyerap polutan yang dapat berbahaya bagi kesehatan kita,pemukiman di kota terutama di daerah bantaran sungai lahan untuk ruang terbuka hijau sangat  terbatas.Untuk memaksimalkan keberadaan tanaman di perkotaan maka yang bisa dilakukan adalah penghijauan ekologis.Maksudnya tanaman yang ditanam dipilih jenis yang memiliki fungsi ekologis penting bagi manusia.Ada beberapa jenis tanaman yang mempunyai kemampuan menyerap polutan lebih banyak atau menghasilkan oksigen.Contoh tanaman yang menghasilkan oksigen lebih banyak/menyerap gas CO2 adalah Pohon trembesi/jenis tanaman yang berdaun kecil karena banyak menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis.

 

Untuk mengatasi pencemaran berupa debu/partikel padat dapat dilakukan dengan memilih tanaman yang daunnya berbulu/tanaman yang berdaun lebat.Contoh pohon Keres.Sementara untuk mengatasi pencemaran timbal/asap kendaraan bermotor dapat dipilih jenis tanaman puring.keberadaan tanaman yang ada dilingkungan kita juga dapat meredam kebisingan,mampu menurunkan suhu setempat dan dapat membuat udara segar karena manghasilkan oksigen.

 

Beberapa penelitian membuktikan 1 Hektare ruang terbuka/hijau yang dipenuhi pohon besar menhasilkan 0,6 Ton O2 untuk kebutuhan 1.500 penduduk/hari dan menyerap 2,5 Ton CO2/tahun,menyimpan 900 m3 air tanah/tahun,mentransfer air 4.000 Liter per hari,menurunkan suhu 5-8 drajat Celcius,meredam kebisingan 25-89% dan mengurangi kekuatan angin 75-80%.

 

Fungsi penting dari pohon adalah mengfilter debu yang mencemari udara,pepohonan di areal 300x400m diketahui menurunkan konsentrasi debu dari 7.000 menjadi 4.000 partikel perliter.Sementara itu pohon di jalur hijau dapat mengurangi lebih 50% Gas Nox yang ada di udara.

 

Pilihan lain yang bisa dilakukan adalah menghijaukan kampung dengan tanaman obat keluarga(Toga) /dengan mengembangkan urbanfarming seperti tanaman sayuran atau tabulapot.Ketika tanaman yang dipilih bisa dirasakan manfaatnya maka warga termotifasi untuk menanam dan kegiatan tanam menanam ini mestinya bisa menjadi pendorong warga untuk melakukan pengolahan sampah organic memnjadi kompos / pupuk organic cair.

 

 

V.               DUKUNGAN TANDA TANGAN

 

 

 

VI. SURAT-SURAT

PERENCANAAN  SUNGAI KEBONAGUNG SEBAGAI OBYEK  WISATA AIR OLEH POKDARWIS KEBONSARI

 

 

                                                                                    

KESIMPULAN   AKHIR / PENUTUP

              Kami selaku seksi Lingkunga di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari berharap agar dengan  penjabaran tentang sejarah seputaran sungai Kebonagung beserta dokumentasinya di wilayah RW I Kelurahan Kebonsari mulai dari awal hingga akhir pantauan kami dapat di tarik kesimpulan  :

 

-        Sejarah masa lalu akan tenggelam hanya tinggal cerita fiktif tanpa bukti kalau tidak ada yang peduli untuk mendokumentasikan atau bercerita melalui tulisan dan semua akan terlewati begitu saja tanpa kesan.

 

-        Betapa pentingnya kerjasama/sinergi antara masyarakat,pengurus sebagai perwakilan masyarakat dan pemerintah kota untuk saling menunjang demi terlaksananya pembangunan yang sesuai dengan harapan kita bersama,karena suatu pembangunan mustahil cepat terealisasi tanpa dukungan dari semua pihak.

 

-        Kami telah melakukan koordinasi dengan RT se wilayah RW I terutama yang berada di dekat wilayah sungai baik melalui surat atau temu darat,untuk menjebatani antara kegiatan DPU BMP dan kepentingan masyarakat,Alhamdulillah semua dapat berjalan dengan baik,termasuk membongkar jembatan-jembatan untuk kelancaran jalannya pengerukan.( pentingnya koordinasi )

 

-        Setelah kami menuangkan kronologi/sejarah berkaitan dengan sungai Kebonagung dan telah membuat himbauan-himbauan berkenaan dengan hal tersebut,mari kita benahi perlahan-lahan dengan membuat konsep penataan yang baik sehingga apa yang kita harapkan yaitu untuk mewujudkan kebonsari terbebas dari banjir,wilayahnya tertata dengan rapi,bersih,asri,nyaman dan indah semoga dapat segera terwujud.

 

-        Selanjutnya kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya sekilas tentang cerita dalam tulisan ini terutama kepada segenap rekan-rekan dari Jajaran Dinas PU Bina Marga Dan Pematusan Kota Surabaya atas terkabulnya permohonan kami untuk tidak membongkar secara keseluruhan bangunan Dam Miskot yang merupakan sejarah terkait dengan keberadaan sungai kebonagung.

 

-        Walau sungai bok orong-orong kini telah berubah menjadi rumah pompa kami memahami karena demi kepentingan bersama untuk mengurangi banjir di wilayah Kecamatan Jambangan dan sekitarnya.

 

-        Kurang lebihnya mohon ma’af bila ada yang kurang berkenan,semoga kita senantiasa diberi kesehatan jasmani dan ruhani agar dapat melaksanakan aktifitas dengan baik.Amin Ya Robbal ‘Alamin.

 

                                                               

                                                                                                                                                         Wassalam



1 komentar: